Rabu, 23 November 2016

Pencemaran Lingkungan Fisik dipesisir

BAB I
LATAR BELAKNG

1.1  Latar Belakang
Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak bagi semua warga negara Indonesia. Oleh karena itu, negara, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan berkewajiban melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan agar lingkungan hidup Indonesia dapat   tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat Indonesia serta makhluk hidup lainnya.
Sebagai Negara kepulauan dengan wilayah laut territorial seluas 3,1 juta km2  dan 2,7 juta km2 Wilayah zona Ekonomi Ekslusif serta dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia memiliki peluang sekaligus tantangan yang besar dalam mengembangkan dan mengelola pontensi sumberdaya laut dan pesisir yang dimiliki. Wilayah laut dan pesisir Indonesia memiliki kekayaan alam yang kaya serta menyediakan jasa- jasa lingkungan yang beragam, seperti miyak dan gas, mineral, perikanan, ekosistem terumbu karang dan mangrove, maupun pariwisata. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk sementara disisi lain sumberdaya didaratan menjadi semakin terbatas, maka wilayah laut dan pesisir beserta sumberaya yang dimiliki mejadi alternatif pedukung pembangunan nasional yang strategis di masa mendatang. Oleh karenanya  sangatlah beralasan bangsa Indonesia mengorentasikan kiprah pmbangunannya terutama pada wilayah laut dan pesisir. Namun, yang menjadi keprihatinan kita, banyak sektor kegitan pembangunan di kawasan pesisir dan laut, disamping di kawasan daratan, yang demikian pesat dewasa ini telah berdampak menurun nya kualitas lingkungan maupun kelestarian sumber daya alam akibat pencemaran lingkungan serta pemampaatan yang berlebih atas sumberdaya pesisir dan laut.      

1.2  Rumusan Masalah
Bagaimanakah Pencemaran Lingkungan Fisik dipesisir?
Apa  Penyebab Pencemaran Lingkungan Fisik dipesisir?
Bagaimana Penanggulangan Lingkungan Fisik dipesisir?
1.3  Tujuan             
Mengetahui Bagaimana Pencemaran Lingkungan Fisik dipesisir
Mengetahui apa saja Penyebab Pencemaran Lingkungan Fisik dipesisir
Mengetahui cara Penanggulangan Lingkungan Fisik dipesisir
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pencemaran Lingkungan Fisik di Pesisir
Pencemaran lingkungan fisik di pesisir merupakan permasalahan pemanfaatan ruang di wilayah pesisir, antara lain berkembangnya berbagai kegiatan budidaya pada kawasan konservasi atau pada kawasan budidaya untuk kegiatan budidaya yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang, sebagai akibat meningkatnya kebutuhan lahan untuk kegiatan masarakat. Pemanfaatan ruang di wilayah pesisir dimaksudkan sebagai perwujudan rencana tata ruang yang mencakup berbagai kegiatan pembangunan fisik, sosial ekonomi dan budaya yang secara visual, historis atau fisik sebagai bagian ruang yang dipengaruhi oleh air laut (Dirjen Penataan Ruang, 2007).
Menurut (Cicin-Sain dan Knecht, 1998), dari sudut pandang pengelolaan pesisir dan lautan terpadu, pemanfaatan ruang wilayah pesisir yang berkembang secara intensif mengakibatkan terlampauinya daya dukung atau kapasitas berkelanjutan (potensi lestari) dari ekosistem pesisir, seperti pencemaran, overfishing, degradasi fisik habitat dan abrasi pantai terutama pada kawasan pesisir yang padat penduduknya dan tinggi tingkat pembangunannya.

2.2 Penyebab Pencemaran Lingkungan Fisik di Pesisir
Salah satu persoalan lingkungan adalah adanya potensi pencemaran pada perairan pesisir yang ditimbulkan dari berbagai kegiatan pemanfaatan ruang. Menurut KP3K-(Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil) DKP (2009), masalah pencemaran ini disebabkan aktivitas manusia seperti :
a.       Pembukaan lahan untuk pertanian, Pembukaan lahan pertanian telah meningkatkan limbah pertanian baik padat maupun cair yang masuk ke perairan melalui aliran sungai.
b.       Pengembangan perkotaan dan industri. Pesatnya pengembangan perkotaan dan industri telah meningkatkan jumlah limbah terutama limbah cair yang sulit dikontrol.
c.        Penebangan kayu dan penambangan di daerah tangkapan air atau daerah aliran sungai (DAS).
d.      Limbah rumah tangga yang tinggal di daerah pesisir.
Menurut Cicin-Sain dan Knecht (1998), pencemaran pada perairan pesisir sebagai dampak dari adanya aktivitas ekonomi menjadi salah satu hal yang perlu ditangani dalam pengelolaan wilayah pesisir yang inovatif.

2.2.2 Dampak Pencemaran Lingkungan Fisik di Pesisir
a.     Bencana Alam
Beberapa bencana alam yang sering terjadi di wilayah pesisir adalah kenaikan muka laut, gelombang pasang tsunami.
b.      Masalah Kesehatan Umum
Limbah rumah tangga banyak mengandung mikroorganisme diantaranya bakteri, virus, fungi dan protozoa yang dapat bertahan hidup sampai kelingkungan laut. Meskipun limbah rumah-tangga mendapatkan perlakuan untukmengurangi kandungan mikroorganisme. hingga mencapai sejumlah 10.000/ml atau lebih, tetap saja mikroorganisme yang bersifat patogen ini menimbulkan masalah kesehatan manusia. Kontak langsung manusia dengan air yang terkontaminasi limbah dapat terjadimelalui kegiatan renang dan memancing, yang, merupakan penyebab utama terjadinya infeksi pada teling a, mata dan kulit- Jika limbah cair secara tidaksengaja terminum, maka akan menimbulkan masalah gastrointestinal.



c.       Pengaruh Terhadap Perikanan
Pencemaran perairan akan mempengaruhi kegiatan perikanan, karena secara langsung maupun tidak langsung akan mengurangi jumlah populasi,kerusakan habitat dan lingkungan perairan sebagai media hidupnya. Kondisi yangberpengaruh terhadap kegiatan perikanan diantaranya menunrnnya kandunganoksigen dalam perairan (anoxic) yang akan menyebabkan pembatasan habitatikan, khususnya ikan dasar dekat pantai; eutrofikasi perairan yang menyebabkan pertumbuhan alga yang tidak terkendali (blooming alga), contohnya padaperistiwa red tide yang menimbulkan keracunan pada ikan, dan terakumulasinya limbah logam berat beracun (Hg) akan menimbulkan kematian pada ikan.
d.      Kerusakan Fisik Habitat
Kerusakan f,rsik habitat wilayah pesisir dan lautan di lndonesia sehingga mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem terjadi pada ekosistem mangrove,terumbu karang, dan rumput laut. Sebagai contoh adalah luas ekosistem hutan mangrove di Indonesia yang telah mengalami penunrnan dari 5.209.543,16 ha pada tahun 1982 menjadi sekitar 2.500.000 ha pada tahun 1990 (luas penutupan mennrun sampai 50 %).

2.3 Cara Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Fisik di Pesisir
Penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup diwilayah pesisir harus dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan kewenangan, peran, dan tanggung jawab masing-masing. namun ada bebrapa cara penanggulangan pencemaran lingkungan fisik dipesisir yaitu :
a.       Persiapan
Dalam persiapan ini terdapat tiga kegiatan kunci yang harus dilaksanakan, yaitu
1.   Sosialisasi rencana kegiatan dengan masyarakat dan kelembagaan lokal yang
     ada.
2.   Pemilihan/pengangkatan motivator (key person) desa.
3.   Penguatan kelompok kerja yang telah ada/pembentukan kelompok
     baru.

a.       Perencanaan
Dalam melakukan perencanaan upaya penanggulangan pencemaran laut berbasis masyarakat ini terdapat tujuh ciri perencanaan yang dinilai akan efektif, yaitu
1.      Proses perencanaannya berasal dari dalam dan bukan dimulai dari luar.
2.      Merupakan perencanaan partisipatif, termasuk keikutsertaan masyarakat local.
3.      Berorientasi pada tindakan (aksi) berdasarkan tingkat kesiapannya.
4.      Memiliki tujuan dan luaran yang jelas.
5.      Memiliki kerangka kerja yang fleksibel bagi pengambalian keputusan.
6.       Bersifat terpadu.
7.       Meliputi proses-proses untuk pemantauan dan evaluasi.

b.      Penyadaran Masyarakat
Dalam rangka menyadarkan masyarakat terdapat tiga kunci penyadaran, yaitu
1.      penyadaran tentang nilai-nilai ekologis ekosistem pesisir dan laut serta manfaat penanggulangan kerusakan lingkungan.
2.      penyadaran tentang konservasi.
3.      penyadaran tentang keberlanjutan ekonomi jika upaya penanggulangan kerusakan lingkungan dapat dilaksanakan secara arif dan bijaksana.





BAB III
PENUTUP

3.1     Kesimpulan
Pencemaran lingkungan fisik di pesisir merupakan permasalahan pemanfaatan ruang di wilayah pesisir, antara lain berkembangnya berbagai kegiatan budidaya pada kawasan konservasi atau pada kawasan budidaya untuk kegiatan budidaya yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang, sebagai akibat meningkatnya kebutuhan lahan untuk kegiatan masarakat. Salah satu persoalan lingkungan adalah adanya potensi pencemaran pada perairan pesisir yang ditimbulkan dari berbagai kegiatan pemanfaatan ruang. Menurut KP3K-(Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil) DKP (2009), Penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup diwilayah pesisir harus dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan kewenangan, peran, dan tanggung jawab masing-masing.

3.2     Saran
Ada tindak lanjut yang lebih baik dari pemerintah untuk melihat bahkan mengambil kebijakan untuk mengatur kawasan pesisir yang ada, apa lagi saat ini banyak pesisir yang mulai tercemar karena kegiatan atau aktivitas dari masyarakat, oleh  karena itu harus ada tindak lanjut yang baik dari pemerintah.







DAFTAR PUSTAKA




1 komentar:

  1. Casino in Las Vegas: Guide & Info on the Best Casinos in
    Find a septcasino Casino in Las Vegas and play games like blackjack, roulette, craps and titanium flat iron more! We've got the complete gaming 바카라사이트 experience, exclusive herzamanindir.com/ restaurants, https://sol.edu.kg/

    BalasHapus